Dari Supplier hingga Indonesia: Kenali Titik Risiko dalam Proses Impor
Setiap tahap impor memiliki risiko yang berbeda. Kesalahan memilih varian tidak ditangani dengan cara yang sama seperti paket tanpa marking. Barang yang tertahan karena kategori khusus juga membutuhkan penanganan berbeda dari seller yang terlambat produksi.
Pebisnis yang memahami titik risiko dapat melakukan pencegahan sebelum barang dikirim. Hal ini jauh lebih efektif daripada baru mencari solusi setelah barang tiba di Indonesia.
Risiko Saat Memilih Supplier
Supplier menjadi sumber produk dan informasi awal. Risiko pada tahap ini meliputi kualitas yang tidak sesuai, stok kosong, produksi terlambat, atau foto produk yang berbeda dari kondisi sebenarnya.
Sebelum membeli:
- periksa reputasi toko;
- baca ulasan;
- tanyakan stok;
- minta foto atau video aktual;
- konfirmasi spesifikasi;
- pertimbangkan pembelian sampel;
- simpan seluruh kesepakatan.
Untuk pesanan besar atau custom, pemeriksaan contoh produk dapat mengurangi risiko produksi massal yang salah.
Risiko pada Pesanan dan Transaksi
Salah memilih varian, nominal, atau akun tujuan dapat menunda pesanan. Pebisnis perlu mencocokkan nomor order, nama seller, jumlah RMB, serta rincian produk sebelum memberikan persetujuan.
Simpan bukti transaksi agar pembayaran dapat ditelusuri apabila seller mengatakan dana belum diterima.
Risiko Pengiriman Lokal China
Paket dapat sulit dikenali gudang jika seller tidak menulis marking dengan lengkap. Jika terdapat beberapa kardus, marking perlu dicantumkan pada seluruh kemasan luar.
Mintalah seller memberikan:
- jumlah koli;
- seluruh nomor resi;
- foto paket;
- nomor kardus jika lebih dari satu;
- packing list untuk pesanan yang memerlukan pencocokan isi.
Jangan berasumsi satu pesanan selalu menggunakan satu resi.
Risiko Saat Barang Masuk Gudang
Gudang menerima paket dari banyak pengguna. Pencatatan bergantung pada resi dan identitas yang terdapat pada kemasan.
Selain itu, layanan penerimaan standar belum tentu mencakup pemeriksaan fungsi, kualitas, atau jumlah setiap unit. Jika membutuhkan pemeriksaan khusus, tanyakan sebelum barang diberangkatkan.
Barang yang sudah dikirim ke Indonesia akan lebih sulit dan mahal jika harus dikembalikan kepada seller.
Risiko dari Jenis Barang
Tidak semua produk dapat diperlakukan sebagai barang umum. Baterai, cairan, magnet, bahan kimia, makanan, kosmetik, obat, alat kesehatan, produk bermerek, dan perangkat tertentu dapat memiliki ketentuan atau kebutuhan dokumen berbeda.
Pebisnis harus memberikan deskripsi produk secara jujur. Jangan menyembunyikan kandungan barang hanya agar terlihat lebih mudah dikirim.
Sebelum membeli, tanyakan apakah kategori tersebut dapat diproses melalui jalur yang direncanakan dan apakah memerlukan dokumen pendukung seperti spesifikasi atau MSDS.
Risiko Packing
Packing yang terlalu tipis dapat menyebabkan barang penyok, pecah, atau patah. Namun, packing berlebihan juga dapat meningkatkan volume dan biaya.
Pilih perlindungan berdasarkan sifat barang:
- kardus tebal untuk produk umum;
- plastik gelembung untuk barang rentan benturan;
- pelindung sudut untuk barang berbentuk kotak;
- peti kayu untuk barang berat atau mudah rusak jika memang diperlukan;
- plastik atau lapisan luar untuk melindungi dari air dan kotoran.
Mintalah foto setelah barang selesai dipacking jika risiko produk cukup tinggi.
Risiko Jadwal Pengiriman
Estimasi dapat berubah karena produksi, antrean gudang, jadwal kapal atau pesawat, cuaca, kepadatan terminal, dan proses pemeriksaan.
Pebisnis sebaiknya tidak membuat kampanye penjualan dengan tanggal yang terlalu ketat. Tambahkan waktu cadangan dan siapkan informasi yang jujur kepada pelanggan.
Risiko Ketika Barang Diterima
Saat barang tiba, jangan langsung membagikannya tanpa pemeriksaan. Hitung jumlah kardus dan dokumentasikan kondisi kemasan.
Untuk produk yang berpotensi kurang atau rusak, lakukan video pembukaan paket tanpa jeda. Cocokkan jumlah dengan pesanan dan packing list.
Keluhan yang disampaikan terlalu lama atau tanpa bukti akan lebih sulit ditelusuri.
Buat Daftar Kontrol untuk Setiap Pesanan
Daftar sederhana dapat berisi:
- produk dan varian sudah benar;
- stok dikonfirmasi;
- kategori barang diperiksa;
- harga dan ongkir lokal disetujui;
- alamat gudang benar;
- marking diberikan;
- packing disepakati;
- resi diterima;
- jumlah koli tercatat;
- barang diperiksa ketika tiba.
Kebiasaan ini membuat risiko lebih mudah dikendalikan, terutama ketika jumlah supplier bertambah.
Kesimpulan
Risiko impor tersebar dari tahap pemilihan supplier hingga penerimaan barang di Indonesia. Tidak semua masalah dapat dihilangkan, tetapi sebagian besar dapat dikurangi melalui pemeriksaan, dokumentasi, dan komunikasi yang tepat.
Pebisnis yang memahami alur impor tidak hanya mengetahui ke mana barang bergerak. Mereka juga mengetahui risiko pada setiap tahap dan tindakan pencegahan yang perlu dilakukan.