Blog

Apa Itu CBM dalam Impor?

Apa Itu CBM dalam Impor?

Dalam dunia impor, istilah CBM sangat sering digunakan, terutama dalam pengiriman barang lewat laut. Banyak importir pemula melihat harga produk murah dari China, tetapi kaget saat biaya pengiriman dihitung berdasarkan volume. Di sinilah pentingnya memahami apa itu CBM.

CBM adalah singkatan dari Cubic Meter, yaitu satuan untuk menghitung volume atau ukuran ruang yang ditempati barang dalam pengiriman. Dalam bahasa sederhana, CBM menunjukkan seberapa besar ruang yang dipakai barang di dalam kontainer, gudang, atau kendaraan pengiriman.

Apa Fungsi CBM dalam Impor?

CBM digunakan untuk menghitung biaya pengiriman, terutama pada pengiriman laut seperti LCL atau Less than Container Load. Jika barang Anda tidak memenuhi satu kontainer penuh, barang tersebut biasanya digabung dengan barang milik importir lain dalam satu kontainer.

Dalam kondisi seperti ini, biaya pengiriman sering dihitung berdasarkan volume barang. Semakin besar volume barang, semakin besar juga ruang yang digunakan, sehingga biaya pengiriman bisa ikut naik.

Rumus Menghitung CBM

Rumus menghitung CBM cukup sederhana:

Panjang × Lebar × Tinggi dalam meter = CBM

Jika ukuran barang masih dalam sentimeter, ubah dulu ke meter.

Contoh:

  • Panjang: 60 cm = 0,6 meter

  • Lebar: 40 cm = 0,4 meter

  • Tinggi: 30 cm = 0,3 meter

Maka perhitungannya:

0,6 × 0,4 × 0,3 = 0,072 CBM

Artinya, satu karton tersebut memiliki volume 0,072 CBM.

Contoh Perhitungan CBM untuk Beberapa Karton

Misalnya Anda memiliki 10 karton dengan ukuran masing-masing:

  • Panjang: 50 cm

  • Lebar: 40 cm

  • Tinggi: 30 cm

Ubah ke meter:

  • 0,5 × 0,4 × 0,3 = 0,06 CBM per karton

Jika jumlah karton 10, maka:

0,06 × 10 = 0,6 CBM

Jadi total volume barang Anda adalah 0,6 CBM.

Kenapa CBM Penting dalam Impor?

CBM penting karena biaya impor tidak selalu dihitung dari berat barang saja. Ada barang yang ringan tetapi ukurannya besar. Barang seperti ini bisa membuat biaya pengiriman lebih mahal karena memakan banyak ruang.

Contohnya:

  • bantal

  • boneka

  • kursi plastik

  • box kosong

  • produk dekorasi besar

  • barang ringan dengan kemasan besar

Meskipun beratnya tidak terlalu berat, barang tersebut bisa memiliki CBM besar. Akibatnya, biaya pengiriman bisa lebih tinggi dibanding barang kecil yang lebih padat.

CBM dan Pengiriman Laut

Dalam pengiriman laut, terutama LCL, CBM menjadi salah satu dasar utama perhitungan biaya. Jika barang Anda hanya sedikit, misalnya 0,2 CBM, maka Anda tidak perlu menyewa satu kontainer penuh. Anda cukup membayar ruang yang digunakan oleh barang Anda.

Namun, setiap forwarder biasanya memiliki ketentuan minimum charge. Misalnya minimum charge 0,1 CBM. Jika barang Anda hanya 0,05 CBM, biaya tetap bisa dihitung sebagai 0,1 CBM.

Karena itu, barang kecil belum tentu selalu murah jika terkena minimum charge.

Perbedaan CBM dan Berat Barang

CBM menghitung volume barang, sedangkan berat menghitung massa barang.

Contoh sederhana:

  • Besi kecil bisa berat, tetapi CBM-nya kecil.

  • Boneka besar bisa ringan, tetapi CBM-nya besar.

Dalam impor, dua-duanya penting. Berat memengaruhi biaya tertentu, sementara volume atau CBM memengaruhi ruang yang digunakan saat pengiriman.

Itulah mengapa sebelum membeli barang dari China, Anda sebaiknya tidak hanya bertanya harga produk, tetapi juga bertanya:

  • berapa berat barang?

  • berapa ukuran karton?

  • berapa jumlah karton?

  • berapa estimasi CBM?

  • apakah barang dipacking besar?

  • apakah ada minimum charge?

Cara Menanyakan CBM ke Seller China

Jika Anda membeli barang di 1688, Taobao, atau supplier China, Anda bisa menanyakan ukuran packing kepada seller. Jangan hanya bertanya ukuran produk, karena yang dihitung dalam pengiriman biasanya ukuran setelah barang dipacking.

Contoh pertanyaan:

Bahasa Indonesia:

Berapa ukuran karton, berat, dan volume paket setelah dipacking?

Bahasa Mandarin:

包装后的纸箱尺寸、重量和体积是多少?

Pinyin:

Bāozhuāng hòu de zhǐxiāng chǐcùn, zhòngliàng hé tǐjī shì duōshǎo?

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung CBM

Beberapa kesalahan yang sering dilakukan importir pemula adalah:

  • hanya menghitung ukuran produk, bukan ukuran packing

  • tidak mengubah sentimeter ke meter

  • lupa mengalikan jumlah karton

  • tidak menanyakan ukuran setelah packing

  • mengira barang ringan pasti murah dikirim

  • tidak memperhitungkan minimum charge

  • tidak menghitung CBM sebelum menentukan harga jual

Kesalahan kecil dalam menghitung CBM bisa membuat modal impor meleset cukup jauh.

Tips Menghitung CBM agar Tidak Salah

Agar perhitungan lebih aman, lakukan beberapa langkah berikut:

  1. Minta ukuran karton dari seller.

  2. Pastikan ukuran dalam panjang, lebar, dan tinggi.

  3. Ubah semua ukuran ke meter.

  4. Kalikan panjang × lebar × tinggi.

  5. Kalikan dengan jumlah karton.

  6. Tanyakan apakah ukuran sudah termasuk packing akhir.

  7. Konfirmasi ke forwarder apakah ada minimum charge.

Dengan cara ini, Anda bisa memperkirakan biaya impor lebih akurat sebelum barang dikirim.

Kesimpulan

CBM dalam impor adalah satuan volume barang yang digunakan untuk menghitung seberapa besar ruang yang dipakai barang dalam pengiriman. Rumusnya adalah panjang × lebar × tinggi dalam meter.

CBM sangat penting, terutama untuk pengiriman laut LCL. Barang yang ringan belum tentu murah jika volumenya besar. Karena itu, sebelum membeli barang impor, selalu tanyakan ukuran packing, jumlah karton, berat, dan estimasi CBM.

Dengan memahami CBM, Anda bisa menghitung biaya pengiriman lebih tepat, menentukan harga jual lebih akurat, dan menghindari kerugian karena salah hitung modal impor.


Leave a Reply

logo